Selasa, 29 Desember 2015

Arti Kekompakkan

Kompak, merupakan kata-kata yang sering diucapkan dalam suatu kelompok tertentu.
Istilah ini identik dengan kebersamaan, yaitu bersama-sama melakukan suatu hal untuk tujuan tertentu.
Namun belum tentu orang-orang memahami sepenuhnya arti sebuah kekompakan.
Alasannya, terkadang dalam suatu komunitas dengan jumlah anggota tertentu ketika kelompok tersebut melakukan kegiatan, tidak semua dari anggotanya ikut serta dalam kegiatan tersebut. Sehingga sering dari beberapa anggota mengatakan bahwa anggota yang tidak ikut itu tidak kompak dan memandang anggota yang tidak kompak telah melakukan sebuah kesalahan atau hal yang tidak baik.
Sering kali dalam suatu
kelompok, ada anggota yang berfikir mengapa anggota mereka ada yang tidak kompak.
Mereka beranggapan kekompakan sebagai kegiatan yang dilakukan secara bersama- sama saja, sehingga jika ada anggota kelompok yang tidak ikut dalam kegiatan tersebut akan masuk dalam kategori tidak kompak.
Dari permasalahan ini sering berakibat terjadi perpecahan dikarenakan masalah kompak dan tdk kompak ini.
Lalu apakah sesungguhnya makna dr sebuah kekompakan? Dalam situasi apa saja kekompakan itu dibutuhkan? Bagaimanakah cara agar suatu kelompok dpt menjadi kompak?
Berikut kami utarakan beberapa opini mengenai kekompakan dg harapan dpt menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian dpt diaplikasikan dlm kehidupan sehari-hari dan mencegah perpecahan antar anggota dlm suatu kelompok.
Ada beberapa pandangan yg bisa menjawab tentang definisi dr kekompakan.
Dalam KBBI, kompak secara terminologis diartikan sbg bersatu padu (dlm menanggapi atau menghadapi suatu perkara). Secara istilah, tiap orang memiliki pandangan masing-masing dlm memaknai kekompakan.
Menurut Titta M. Habibi kekompakan itu adalah kebersamaan dlm suatu kegiatan atau pikiran untuk mencapai suatu tujuan. Dari definisi tersebut kami menguraikan unsur dr sebuah kekompakan, yaitu adanya visi dan misi yg jelas, adanya kesanggupan, & kemauan anggota untuk menjalankan visi
dan misi.
Satu hal lagi menurut kami yg harus ada adalah saling percaya antar anggota.
Karena apabila tdk terdapat rasa saling percaya antara satu anggota dg anggota yg lain, maka mustahil anggota kelompok tersebut mau melakukan visi dan misi bersama-sama.
Kompak sangatlah berhubungan erat dg suatu kelompok tertentu.
Setiap kelompok
memiliki tujuan yg ingin dicapai.
Jadi kompak itu akan terjadi jika kelompok itu saling bekerjasama dan merasakan susah senang perjuangan untuk mencapai tujuan kelompok tersebut.
Akan tetapi konteks tujuan dr kelompok tersebut haruslah tujuan yg baik.
Jika tujuan kelompok tersebut
merupakan suatu keburukan, kosa kata yang mungkin tepat untuk ini adalah ‘mafia’.
Kerjasama dan perasaan susah dan senang perjuangan untuk mencapai tujuan tentu tidak akan bisa terjadi begitu saja tanpa adanya sebuah proses penyatuan visi dan misi.
Menurut kami, proses penyatuan visi dan misi hanya dpt dilakukan dg musyawarah.
Musyawarah adalah pembahasan bersama dg maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah.
Dalam proses ini, setiap anggota kelompok bebas mengutarakan pendapatnya, mengutarakan masalah-masalah yg ada dan yg mungkin akan terjadi, mencari solusi bersama-sama, kemudian dicapai suatu simpulan yg dijadikan visi dan misi yg digunakan bersama.
Tanpa adanya musyawarah, maka susah atau bahkan mustahil kekompakan dapat tercapai karena tdk setiap anggota kelompok memiliki visi dan misi yang sama.
Dari uraian di atas kami mencoba untuk menguraikan faktor-faktor pendukung kekompakan, antara lain:
1. adanya visi dan misi yg jelas yg ingin dicapai dan dipahami oleh setiap anggota.
2. kesanggupan dan kemauan anggota melakukan visi dan misi tersebut.
3. adanya rasa toleransi dan saling mengerti setiap anggota.
4. adanya komunikasi yang baik antar anggota.
Dari uraian di atas kami menyimpulkan bahwasannya kekompakan merupakan hasil dr proses penyatuan visi dan misi seluruh anggota dlm suatu kelompok dlm mencapai tujuannya.
Sikap toleransi dan saling mengerti anggota dlm kelompok menjadi faktor utama keberhasilan penyatuan visi dan misi.
Dengan kata lain, sikap toleransi dan saling mengerti merupakan faktor utama pembentuk kekompakan.
Setelah kita memahami makna dr kekompakan, bahwasannya kekompakan membutuhkan kejelasan visi dan misi dan juga rasa saling mengerti antar anggota, maka kita berharap masalah mengenai kompak atau tidaknya suatu kelompok tdk menjadikan perpecahan bagi setiap anggota kelompok.
Alangkah baiknya jika setiap anggota kelompok dpt lbh saling memahami, melakukan musyawarah, saling introspeksi, dan menjauhkan diri dr sikap egois.

Arti Kebersamaan

Kata "Kebersamaan" terasa begitu familiar di telinga kita, khususnya bagi mereka yg tergabung dlm sebuah organisasi. Tapi terkadang individu di dlm organisasi tsb tdk tahu ato bahkn melalaikan arti makna dari kebersamaan. Mengapa rasa kebersamaan begitu penting dlm sebuah organisasi? Kata "Kebersamaan" memiliki makna sebuah ikatan yg trbentuk krn rasa kekeluargaan/persaudaraan, lebih dari sekedar bekerja sama ato hub. profesional biasa.
Kebersamaan memiliki 4 unsur yg harus diciptakan dan dijaga oleh setiap individu yg tergabung didlmnya:
1. Sehati & Sepikir (Satu Visi)
Dlm sebuah organisasi akan terdpt bnyk orang yg memiliki pendapat berbeda. Satu kepala satu ide, seribu kepala seribu ide. Namun jika ingin membuat organisasi kita kuat dan solid, maka selayaknya kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi. Tinggalkan perbedaan dan galang persamaan, akan mengantar organisasi kita dpt berjalan dg lancar.
2. Tidak Egois
Sudah bukan rahasia lagi jika manusia itu adl "makhluk egois". Apapn yg tdk memiliki nilai tambah buat dirinya, kebanyakan tdk akan ada partisipasi yg dikeluarkan, bahkan dianggap tdk penting. Jika sifat ini ada dlm sebuah organisasi, bisa dipastikan organisasi tsb hanya punya program tapi tdk ada kegiatan. Tdk ada yg mempelopori, krn semua menganggap apa yg mereka lakukan tdk ada imbal baliknya. Jika ingin memiliki organisasi yang solid, maka kita mulai utk belajar menurunkan Ego demi kepentingan bersama.
3. Kerendahan Hati
Organisasi akan memiliki anggota yg hegemoni (campuran). Terkadang ada sebagian anggota yg terlibat tdk memiliki keahlian dan pengalaman khusus, modal mereka hanya sekedar kerelaan demi memberikan sumbangsih. Maka selayaknya anggota yg memiliki usia lebih tua, pengalaman lebih matang, keahlian lebih tinggi, kondisi finansial lebih beruntung, utk menekan rasa sombong dlm diri dan rela bekerja sama (sambil menuntun) dg anggota lainnya. Kerendahan hati akan menghindarkan kita dari rasa benci, iri hati dan timbulnya kelompok yang terkotak-kotak.
4. Kerelaan Berkorban.
Setiap individu dlm sebuah organisasi, akan memiliki sumbangsih yg bisa berbeda-beda. Ada yg menyumbangkan dana, pikiran, fasilitas, tenaga ato waktu. yg punya finansial lebih menyumbangkan dana utk transportasi dan konsumsi, sementara yg memiliki waktu menyumbangkan tenaga dan waktunya utk melaksanakan tugas. Perbedaan sumbangsih jgn sampai membuat gesekan negatif yg bisa berdampak pada perpecahan. Jika ingin bekerja bersama-sama, maka siapkan kerelaan utk mau berkorban dan jgn pernah itung-itungan.
Jika setiap individu dlm sebuah organisasi memahami dan terus belajar utk memenuhi 4 unsur diatas, maka lambat laun organisasi yang dikembangkan akan menjadi semakin kuat dan solid di kemudian hari. Kesadaran diri untuk menjadi insan yang lebih baik dan terus bertumbuh, akan sangat membantu proses perubahan diri